Steril Kucing Jantan Untuk Pembatasan Populasi Kucing Jalanan

Kucing jalanan bisa kita jumpai damana mana, di jalan jalan dalam komplek perumahan, di tempat umum seperti pasar, terminal, stasiun, dll. Kalau dulu kucing jalanan identik dengan kucing kampung berambut pendek namun sekarang kucing rambut panjang (yang dulu sering dianggap sebagai kucing ras) juga sudah sering dijumpai menjadi kucing jalanan. Keberadaan kucing jalanan yang berlebihan tidaklah baik untuk lingkungan karena bisa menimbulkan gangguan kenyamanan (suara berisik ketika berkelahi ataupun ketika birahi) dan juga berpotensi menularkan penyakit penyakit yang bersifat zoonosis ke manusia.

Dengan masa kehamilan hanya dua bulan maka tidaklah mengherankan jika populasi kucing cepat sekali meningkat. Beberapa pemilik kucing yang sudah bosan dengan kucingnya ataupun sudah kewalahan karena kebanyakan kucing biasanya kemudian mengambil jalan pintas membuang kucingnya (biasanya di pasar) sebagai jalan pembebasan dari masalah.

Kucing jantan ini saya pelihara sejak lahir, umurnya sekarang sudah empat tahun lebih dan sudah disteril sejak usia 8 bulan, sampai sekarang masih sehat dan ceria.

Kelebihan populasi kucing tentu saja meningkatkan penularan penyakit yang bersifat zoonosis atau penyakit penyakit yang bisa berpindah dari hewan ke manusia, beberapa contoh diantaranya: Rabies,Ringworm, Toxoplasmosis, Salmonellosi, Infeksi Campylobacter , Infeksi Giardia , Infeksi Cryptosporidium, Cacing, Cat Scratch Disease.

Beberapa pecinta kucing yang perhatian pada kucing jalanan memberi mereka makanan secara berkala, kegiatan ini sering disebut sebagai street feeding. Terlepas dari baik buruknya street feeding namun yang pasti kegiatan street feeding tidak akan mengurangi populasi kucing jalanan dan ini berarti potensi gangguan akibat kucing jalanan tidaklah berkurang.

Salah satu metode pembatasan populasi kucing yang populer karena relatif murah dan manusiawi (dibandingkan eliminasi) adalah dengan sterilisasi. Sayangnya banyak yang masih berpikir bahwa steril hanya perlu dilakukan pada kucing betina saja (karena hanya betina yang bisa beranak). Padahal potensi anak yang dihasilkan seekor kucing jantan jauh lebih banyak dari seekor betina karena satu ekor jantan bisa kawin dengan banyak betina.

Selain bisa mencegah kelahiran anak kucing yang tidak diharapkan, biaya operasi steril kucing jantan juga lebih murah dibandingkan dengan biaya steril kucing betina. Berbeda dengan steril kucing betina yang memerlukan pembedahan perut kucing, pada steril kucing jantan hanya dilakukan sayatan pada kantung zakar untuk mengambil testisnya. Walaupun lebih sederhana namun kucing tetap dibius (bisa lokal ataupun umum, tergantung dokter yang melakukannya) sehingga kucing tidak merasa sakit.

Karena juga menggunakan obat obatan dan juga pembedahan harus dilakukan oleh dokter hewan yang kompeten maka terlepas dari besarnya namun operasi steril kucing jantan tentu saja memerlukan biaya namun menurut saya biaya yang dikeluarkan relatif terjangkau terutama dibandingkan dengan manfaat yang didapat.

Jika setiap pemilik kucing melakukan pembatasan jumlah populasi kucing yang dimilikinya (sesuai kemampuan) maka bisa diharapkan jumlah kucing yang harus dibuang ke jalanan juga akan berkurang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.